Iklan

iklan di sini

Cara Mendapatkan Modal Usaha Tanpa Pinjam Bank dan Bebas Dari Jerat Rentenir

iklan di sini

Cara Mendapatkan Modal Usaha Tanpa Pinjam Bank dan Bebas Dari Jerat Rentenir | Menurut wikipedia Modal berasal dari  bahasa Tamil mutal, yang berarti "dasar", "kaki", "bagian bawah", "puntung". Modal memiliki banyak arti yang berhubungan dalam ekonomi, finansial, dan akunting. Jadi yang dimaksud modal usaha adalah yang menjadi dasar dari sebuah usaha.


Pengertian modal usaha secara umum adalah sesuatu yang digunakan untuk mendirikan atau menjalankan suatu usaha. Modal ini bisa berupa uang dan tenaga (keahlian). Modal uang biasa digunakan untuk membiayai berbagai keperluan usaha, seperti biaya prainvestasi, pengurusan izin, biaya investasi untuk membeli aset, hingga modal kerja.

Seperti yang suda disebutkan dalam pengertiam modal usaha, baha modal usaha bukan hanya uang, tapi modal usaha dalam bentuk uang adalah hal yang paling urgen (penting). Paling tidak itu adalah dalam pandangan orang awam atau pemula di bidang usaha. Maka, hal pertama yang diupayakan  dalam memulai sebuah usaha pasti adalah modal dalam bentuk uang.

Berbagai upaya atau cara dilakukan untuk mendaptkan modal usaha. Hal yang paling umum dilakukan adalah dengan meminjam uang kepada lembaga keuangan baik itu bank maupun non bank. Namun untuk meminjam modal usaha dalam jumlah besar kepada bank maupun non bank (misal koperasi simpan pinjam), seorang yang akan melakukan usaha harus memiliki aset yang bisa dijadikan sebagai agunan atau jaminan. Misal agunan tersebut dalam bentuk sertifikat tanah, sertifikat rumah, surat kendaraan dan lainnya yang memiliki harga sepadan dengan jumlah uang yang dipinjam. Selain itu, biasanya juga akan disuvei apakah yang bersangkutan layak atau tidak mendaptkan pinjaman modal usaha.

Nah, intinya ribet banget deh kalau ingin mendapatkan modal usaha dengan meminjam kepada bank. Lalu apakah ada cara mendapatkan modal usaha tanpa meminjam bank? Tentu selalu ada cara alternatif lainnya yang bisa diupayakan. Cara apa saja untuk mendapatkan modal usaha tanpa pinjam bank? Berikut ulasannya.

cara mendapatkan modal usaha

6 Cara Mendapatkan Modal Usaha Tanpa Pinjam Bank


1. Mengumpulkan Modal Usaha Melalui Menabung

Cara yang paling aman untuk mendaptkan modal usaha adalah dengan cara menabung. Cara ini benar-benar aman, anda akan merasa aman dari tagihan, aman dari bunga pinjaman, namun tentu membutuhkan waktu lama untuk mendaptkan sebuah modal usaha dalam jumlah besar. Misal, anda membutuhkan modal usaha sebesar 10 juta, kemudian anda menyisihkan penghasilan 100 ribu perhari, artinya anda akan mendaptkan modal usaha sebesar 10 juta setelah dalam jangan waktu 100 hari (3 bulan). Itu kalau anda bisa rutin setiap hari menyisihkan 100 ribu.

2. Jual Aset Yang Sudah Jarang Digunakan

Ingin yang lebih cepat dan aman? Silakan periksa apakah anda memiliki aset yang sudah jarang digunakan. Misal anda memiliki TV, kulkas, lemari, sepeda motor atau mobil yang sudah jarang digunakan. Apapun harga berharga yang sudah jarang digunakan bisa anda jual untuk mendapatkan modal usaha.

Untuk menjual barang-barang bekas saat ini sangat mudah. Anda bisa menjualnya secara online. Bisa melalui facebook atau marketplace seperti tokopedia, bukalapak dan olx. Cara mendapatkan modal usaha dengan menjual barang-barang yang sudah jarang digunakan akan lebih cepat daripada menabung. Cara ini juga aman dan nyaman.

3. Gadaikan Aset Yang Sudah Jarang Digunakan

Eit, mungkin anda adalah orang yang memiliki tipe penyayang barang-barang bekas. Mungkin barang-barang bekas anda memiliki kenangan tersendiri sehingga merasa sayang jika harus dijual. Tidak usaha dijual, daripada nantinya anda akan menyesal. Untuk mendapatkan modal usaha anda bisa mengadaikan barang-barang tersebut ke pegadaian. 

Pegadaian siap kok memberikan modal usaha kepada anda dengan jaminan barang-barang bekas anda. Namun tentu saja barang-barang bekas tersebut harus masih memiliki nilai ekonomi. Jika tidak ya pedagaian juga tidak mau. hehehe....

4. Usaha Dengan Modal Patungan Terasa Lebih Ringan

Anda sudah memiliki modal usha tapi dirasa masih kurang? Oke, untuk memenuhi kebutuhan modal usaha anda bisa menjalankan usaha dengan modal patungan. Misal anda mengajak teman atau suadara untuk ikut menyokong modal pada usaha anda. Nah sebagai timbal baliknya tentu saudara atau teman anda yang memberikan modalnya juga harus mendapatkan keuntungan dari laba usaha yang dijalankan.

Adapun pembagian laba usaha bisa dihitung secara mudah. Jika teman atau sudara yang ikut menanamkan modal juga ikut bekerja maka laba bisa dibagi 50:50, tapi jika hanya memberikan modal saja tanpa ikut bekerja laba bisa dibagi 70:30 atau sesuai kesepakatan.

5. Meminjam Modal Usaha Dari Keluarga

Nah iini dia cara mendapatkan modal usaha yang paling enak, yaitu meminjam dari keluarga. Kenapa saya katakan enak, karena biasanya pinjaman dari keluarga bersifat pinjaman lunak. Artinya anda bisa mengembalikan kapan saja dan tanpa bunga. Adapun kalau anda memiliki keuntungan lebih maka bisa anda memberikan uang lebih dari uang pinjaman sebagai ucapan terima kasih.

Selain pinjaman bisa dikembalikan kapan saja dan tanpa bunga, biasa keluarga juga akan lebih bersikap bijaksana. Misal anda mengalami kegagalan dalam usaha mereka tidak akan melakukan banyak tuntutan yang membuat anda harus mendekam di penjara. Hehehe.....

6. Mendapatkan Modal Usaha Dengan Crowdfunding

Crowdfunding (Urun dana ) adalah praktik penggalangan dana dari sejumlah besar orang untuk memodali suatu proyek atau usaha yang umumnya dilakukan melalui internet. Istilah bahasa Inggris crowdfunding dipakai pertama kali sebagai judul suatu artikel pada tahun 2006. Istilah ini diturunkan dari istilah crowdsourcing (urun daya) yang telah lebih dulu populer (Hemer, 2011) dan merupakan suatu bentuk pengembangan dari kredit mikro (Clark, 2011). (pengertian crowdfunding wikipedia)

Anda memiliki peluang mendaptkan modal usaha hanya dengan bermodal laptop dan koneksi internet. Di indonesia sendiri sudah ada beberapa situs crowdfunding biasa digunakan untuk melakukan penggalaman dana. Seperti contoh situ crowdfunding  Crowdtivate, KitaBisa, dan Wujudkan. Situs-situs tersebut sering digunakan oleh orang-orang kreatif mengumpulkan dana untuk berbagai keperluan.

Sistem dari crowdfungding sama dengan sistem sponsorship. Anda menawarkan jenis usaha yang akan dijalankan lewat situs crowdfunding, lalu para pengunjung yang tertarik dan berminat untuk menjadi sponsor akan menyumbangkan uangnya lewat situs tersebut. Dan sebagai gantinya, anda akan memberikan reward kepada para sponsor dalam berbagai bentuk, sesuai dengan yang jelaskan pada projek crowd funding tersebut. 

Tips Bebas Dari Jeratan Rentenir dan Penipu

Orang-orang yang sedang membutuhkan uang dalam jumlah besar, membutuhkan modal usah sering terjebak pada lembaga keuangan informal yang menetapkan bunga sangat tinggi. Misal, meminjam kepada perorangan denga bunga sangat tinggi. Selain bunga sangat tinggi, biasanya jika terjadi telat membayar angsuran hutang maka akan diberikan sanksi berupa denda dan pelipatgandaan bungan hutang. Maka tidak sedikti orang yang akhirnya bukan berhasil mendirikan usah malah jatuh sengsara kerena berurusan dengan rentenir.

Selain itu juga banyak penipu berkeliaran yang sering memberikan janji-janji mampu memberikan modal usaha dalam jumlah yang sangat besar dengan proses yang mudah. Misal mampu memberikan modal usaha sebesar 500 juta sampai 1 M. Untuk memudahkan pencairan modal usaha tersebut, para penipu biasanya akan meminta calon korban memberikan sejumlah uang untuk urusan administrasi. Nah dari urusan administrasi inilah korban akan diperdaya dari mulai jutaan rupiah hingga puluhan juta rupiah.

Maka agar anda terhindar dari jeratan rentenir dan penipu harus berhati-hati dalam mencerna sebuah informasi. Biasanya, semakin kelihatan mudah sesuatu untuk didapatkan maka sebenarnya itu adalah hal yang mustahil. Semakin manis janji-janji disitulah terselip tipu daya. 

Jadi jauhilah rentenir dan orang-orang terindikasi akan melakukan penipuan. Jika untuk mendapatkan modal mengharuskan anda meminjam ke lembaga keuangan, maka uapayakan meminjam ke bank pemerintah atau swasta dengan bunga rendah.